Sabtu : 6 – Desember – 2025
Pangkal pinang – Borgol88news.com
-Kebencian terhadap wartawan bukanlah fenomena baru. Ia selalu hadir di setiap rezim kekuasaan yang kotor, di setiap praktik kejahatan yang bergantung pada kegelapan, dan di setiap kekuasaan yang takut pada fakta. Wartawan dibenci bukan karena mereka berisik, tetapi karena mereka membuka apa yang sengaja disembunyikan.
Wartawan Adalah Musuh Alami Kejahatan.
Pejabat korup, aparat pembeking kegiatan ilegal, serta pelaku kejahatan memiliki satu kesamaan: mereka membutuhkan kerahasiaan, pembiaran, dan kebisuan publik agar kejahatan tetap berjalan. Sementara wartawan bekerja dengan prinsip yang bertolak belakang, transparansi, verifikasi, dan untuk kepentingan publik.
Di titik inilah konflik tak terelakkan. Ketika wartawan datang membawa data, dokumen, dan fakta lapangan, kenyamanan para pelaku kejahatan langsung terusik.
Korupsi Hidup dari Kegelapan, Pers Hidup dari Kebenaran
Korupsi tidak bisa tumbuh di ruang terang. Ia hidup dari: manipulasi anggaran, rekayasa laporan, proyek fiktif, serta perlindungan oleh oknum aparat.
Wartawan memutus mata rantai itu dengan publikasi. Sekali sebuah kasus terungkap ke publik, efeknya berantai: pengawasan masyarakat muncul, tekanan hukum menguat, dan ruang gerak pelaku menyempit. Inilah alasan utama mengapa mereka membenci wartawan, karena satu berita bisa meruntuhkan jaringan yang dibangun bertahun-tahun.
Aparat Pembeking Takut Kehilangan Tameng Kekuasaan
Aparat yang seharusnya menegakkan hukum tetapi justru menjadi pembeking kegiatan ilegal, hidup dari dua sumber: kekuasaan dan ketakutan masyarakat.
Ketika wartawan mengungkap persekongkolan itu, yang runtuh bukan hanya bisnis ilegalnya, tetapi juga: reputasi institusi, legitimasi kekuasaan, serta kenyamanan yang selama ini dinikmati. Maka tak heran, wartawan kerap dihadapi dengan: intimidasi, kriminalisasi, teror, hingga ancaman kekerasan. Semua itu bukan tanda kekuatan, melainkan bukti kepanikan.
Bukan Wartawan yang Ditakuti, tapi Fakta
Yang sebenarnya ditakuti bukanlah profesi wartawan, melainkan fakta yang tak bisa disuap. Uang bisa membungkam banyak mulut, tetapi tidak semua. Kekuasaan bisa menekan banyak orang, tetapi tidak semua tunduk. Di situlah wartawan berdiri, sebagai pengganggu bagi sistem yang busuk.
Upaya Membungkam Pers Adalah Pengakuan Tak Langsung atas Kejahatan
Setiap upaya membungkam wartawan sejatinya adalah pengakuan terselubung bahwa ada sesuatu yang disembunyikan.
Orang yang bersih tidak takut diperiksa. Pejabat yang jujur tidak gentar diberitakan. Aparat yang lurus tidak alergi terhadap pengawasan publik.
Sebaliknya, mereka yang marah terhadap pemberitaan, yang menyerang jurnalis secara pribadi, yang menuduh tanpa data, adalah mereka yang: takut terbongkar, panik kehilangan perlindungan, dan cemas atas runtuhnya jaringan kepentingan.
Pers Bukan Musuh Negara, Tapi Musuh Kejahatan
Wartawan bukan lawan pemerintah. Wartawan bukan pengganggu aparat. Wartawan bukan musuh pejabat. Yang menjadi musuh wartawan hanyalah kejahatan, kedokongan hukum, dan kekuasaan yang menyimpang dari amanat rakyat.
Jika hari ini wartawan dibenci oleh pejabat korup, pembeking ilegal, dan pelaku kriminal, maka itu justru sebuah kehormatan. Sebab kebencian itu lahir dari satu hal: “Kebenaran yang terus mereka ungkap, meski berisiko.***@Borgol88news.com
Dikutip dari Penasilet.com






